Tag: grc dinding masjid

cara membuat grc dinding masjid yang benar

cara membuat grc dinding masjid yang benar dapat membaca artikel ini dan apabila ingin mengetahui harga grc dinding masjid dapat meng-klik PT. ADIRAHMA HARAPAN JAYA. Panel GRC Krawangan Ar-Ridho diatas kami desain dengan dimensi 100 x 50 cm dengan ketebalan 3 cm, disesuaikan dengan kebutuhannya dilapangan untuk keperluan pagar halaman muka.

grc dinding masjid

Selain untuk ornamen dinding pagar rumah, panel GRC krawangan motif Islami seperti motif Ar-Ridho juga bisa diaplikasikan sebagai hiasan jendela pada rumah, tempat wudlu, bangunan mushola ataupun masjid.

grc dinding masjid

Tentunya kami bisa membuat motif lain disesuaikan dengan keinginan konsumen seperti motif suluran/tumbuhan, etnik, batik, dsb untuk memberikan nuansa unik pada fasade bangunan publik seperti hotel, restoran, kantor, resor maupun rumah tinggal. Aplikasi panel GRC krawangan tidak hanya terbatas pada hiasan jendela saja namun juga bisa diaplikasikan sebagai panel dekoratif pembatas ruangan pada ruang lobby hotel, ruang tamu, dapur, serambi/teras, balkon, taman dan sebagainya.

grc dinding masjid

Dekorasi Islam, yang cenderung menghindari gambar-gambar figuratif, menyebabkan seringnya penggunaan pola geometri yang telah berkembang selama berabad-abad.

Pola geometri terdapat dalam beragam bentuk di seni Islam dan ilmu arsitektur termasuk karpet kilim, ubin girih Persia dan zellige Maroko, kubah dekoratif muqarnas, lapis batu jali tembus pandang, keramik, kulit, kaca warna, kayu, dan hasil besi.

Ketertarikan pada seni pola geometri Islam menyebar hingga ke dunia Barat, salah satu antara ahli teknik dan seniman yang tertarik yakni M. C. Escher di abad ke dua belas, dan antara matematikawan dan fisikawan termasuk Peter J. Lu dan Paul Steinhardt dengan pernyataan kontroversialnya di 2007 bahwa ubin makam Darb-e Imam di Isfahan dapat bergenerasi menjadi periode quasi seperti ubin Penrose.

Bentuk tertentu pada Kufic, dikelompokkan dengan sebutan luas “ornamen Kufic”, menyerang mata dengan kerumitannya dan bentuk ornamen yang berlibahan tapi mengaburkan tulisan itu sendiri. Di sini kita akan berpindah dari prinsip-prinsip desain dan masuk ke dalam kreatif murni dan selera pribadi.

Pada Kufic, aesthetic mencakup empat level:

Memodifikasi bentuk suatu huruf pada level dasar, sebagai contoh ketika akan menetapkan proporsi, meregangkan sebuah huruf, dan penyelesaian pada bukaan mangkuk dan ekor.
Menambahkan gaya elemen yang masih satu bagian pada bentuk huruf, seperti elemen desain dasar yang kita kerjakan dengan Designing the Letters.
Menambhakan bentuk asing, lapisan hiasan yang benar-benar bebas yang tidak menimbulkan efek di tubuh pada kata ( seperti topi yang bisa di lepas).
Menciptakan sebuah pola ornamen menggunakan elemen-elemen kaligrafi.

Sejauh ini kita telah bekerja dengan dua level pertama, yang mana kaligrafi yang sepantasnya; dipelajaran kali ini kita akan menutup dua, dimana kita menulis tentang iluminasi dan cara membuat-pola.

Huruf-huruf Ornamen

 

Tidak ada aturan yang nyata untuk ornamen itu sendiri. Beberapa bentuk klasik di dalam seni keislaman dan telah dilakukan sejak lama, dan kita mencoba dengan beberapa contoh, tapi tidak ada kewajiban untuk mengikuti gaya tradisional.

Pada kenyataannya, ini tidak berarti apa-apa yang di katakan Ornamen Kufic hampir eksklusif pada arsitektur dan seni yang di aplikasikan (keramik, ukiran logam), dan ini tidak dipakai di kertas; semua alasanya tidak merasa terikat dengannya ketika kita bekerja di dalam kertas. Imajinasimu sendiri dan keahlian adalah satu-satunya batasan. grc dinding masjid

Satu set prinsip yang kita butuhkan adalah untuk selalu ingat dipikiran bahwa setiap huruf memiliki tempat tertentu di mana hiasan bisa di tempatkan tanpa mengganggu bagian utama. Ini adalah merupakan tempat, dengan beberapa contoh hiasan huruf yang sudah ada.
Letters and their loci

Contoh lebih lanjutnya tentang bagaimana hiasan di satukan, pada poin ini bisa diamati pada lukisan yang terkenaln pada ornamen prasasti kufic yang berbeda diproduksi kembali oleh Hassan Massoudi:
Ornamental Kufic samples. grc dinding masjid

Lima contoh ini mengejakan kalimat yang sama (??? ???? ?????? ??????) dilukiskan dengan cara yang berbeda. Di bawah ini saya telah mewarnai bagian yang asing, sehingga tulisan terlihat tanpa terbebani ( daripada dekorasi level 2).

Ornamental Kufic decoded

Anda bisa lihat beberapa ornamen simpel hanya ditambahkan setelah atau sesudah huruf, untuk mengisi kekosongan, disisi lain hiasan ini dimasukkan tepat di tengah huruf-huruf tinggi, atau untuk lebih akuratnya, tubuh pada huruf vertikal dibengkokkan menjadi ke dalam hiasan.

Ini lumayan efektif untuk menciptakan sebuah pola pada ruang tengah, dan karakteristik pada kufic dijelaskan sebagai Ikatan, Jalinan, atau Anyaman, goresan pada huruf diberlakukan seakan mereka seperti tali atau anyaman tali yang bisa ditekuk dan diikat sebagai dekorasi.

Beberapa motif membawa kesamaan yang bagus bagi ikatan lain, seperti yang terlihat pada Celtic, Armenian dan bahkan Seni Yunani. Dekorasi yang ditambahkan pada ujung goresan, dan/atau di antara huruf-huruf, cenderung lebih bunga atau daun, yang mana, berdasarkan pada bunga-bunga, daun-daun dan tanaman menjalar. grc dinding masjid

Kerja Ikatan dan Kerja Anyaman
Knot work and plait work
Anyaman dan ikatan memperlihatkan tingkat kesulitan kompleks dan kekakuan.
Tile from Kashan

Recent Posts

Recent Comments

    Archives

    Categories

    GiottoPress by Enrique Chavez